29/11/2025

PERTEMUAN DAN PENANDA-TANGANAN DOKUMEN KERJASAMA (MOU) dan PKS ANTARA UNIVERSITAS PATTIMURA DENGAN UNIVERSITAS NASIONAL TIMOR LASTE (UNTL) DAN PKS ANTARA FISIP UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON DAN FISIPOL UNIVERSITAS NASIONAL TIMOR LASTE

Pada Oktober 2024, Universitas Pattimura melaksanakan pertemuan resmi dengan Universitas Nasional Timor Leste (UNTL) yang ditandai dengan penandatanganan Dokumen Kerja Sama (MoU) antara kedua institusi. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Kampus UNTL, Dili, ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan akademik dan membangun jejaring kolaborasi regional di kawasan Asia Tenggara, khususnya antara Indonesia dan Timor Leste. Pertemuan ini membuka babak baru bagi kedua universitas dalam mengembangkan kerja sama internasional yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan, penguatan riset, dan pertukaran pengetahuan lintas negara.

Pada kesempatan yang sama, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pattimura juga melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UNTL. Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari MoU tingkat universitas dan menjadi langkah konkret dalam mengembangkan implementasi program-program akademik di tingkat fakultas. Kerja sama ini tidak hanya difokuskan pada aspek administrasi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kegiatan tridharma perguruan tinggi melalui kolaborasi yang lebih intens dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pertemuan resmi antara pimpinan kedua institusi. Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat kolaboratif, kedua pihak mendiskusikan peluang pengembangan kerja sama strategis yang dapat memberikan manfaat langsung bagi sivitas akademika. Pembahasan mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa, penyelenggaraan seminar internasional, proyek penelitian bersama, publikasi ilmiah kolaboratif, serta upaya peningkatan kapasitas kelembagaan melalui pelatihan, workshop, dan lokakarya tematik. Kedua institusi sepakat bahwa kerja sama lintas negara merupakan kebutuhan mendesak dalam menghadapi perkembangan global, terutama dalam bidang ilmu sosial dan kebijakan publik.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh perwakilan pimpinan universitas dari kedua belah pihak dengan disaksikan oleh jajaran dekan, dosen, staf akademik, dan mahasiswa UNTL. Proses ini berlangsung secara khidmat dan penuh penghargaan terhadap nilai kerja sama internasional. MoU tersebut mencakup komitmen untuk memperkuat hubungan kelembagaan, meningkatkan mobilitas akademik, serta mendorong penelitian lintas negara yang relevan dengan kebutuhan pembangunan masyarakat di kawasan Asia Tenggara.

Selanjutnya, penandatanganan PKS antara FISIP Universitas Pattimura dan FISIPOL UNTL memperjelas ruang lingkup kerja sama pada tingkat fakultas. Dokumen PKS tersebut memuat sejumlah program prioritas yang akan dilaksanakan dalam beberapa tahun ke depan. Di antaranya adalah pelaksanaan kuliah tamu internasional, kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) lintas negara, program riset kolaboratif berbasis isu sosial dan pembangunan, serta penguatan kompetensi akademik mahasiswa dan dosen melalui workshop dan lokakarya bersama. Melalui kerja sama ini, kedua fakultas berharap dapat mengembangkan model pembelajaran yang lebih modern, kontekstual, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Acara penandatanganan berlangsung dalam suasana yang penuh kehangatan dan saling menghargai. Perwakilan UNTL menyampaikan apresiasi atas komitmen Universitas Pattimura dalam membangun jejaring internasional yang inklusif dan berkelanjutan. Mereka menilai bahwa kerja sama ini akan memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat pendidikan tinggi di Timor Leste, terutama dalam bidang ilmu sosial, administrasi publik, dan kebijakan pembangunan. Sementara itu, pihak Universitas Pattimura menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari langkah strategis institusi dalam memperluas ruang lingkup kerja sama global, memperkuat akademik, dan memberikan pengalaman internasional bagi mahasiswa serta dosen.

Selain seremonial penandatanganan, kegiatan ini juga mencakup diskusi lanjutan yang membahas rencana implementasi program kerja sama dalam jangka pendek dan menengah. Diskusi tersebut menekankan pentingnya mendorong kegiatan nyata yang dapat segera dijalankan, seperti pelaksanaan kuliah tamu, penyusunan proposal penelitian bersama, serta penyelenggaraan seminar bilateral. Kedua institusi juga membahas kemungkinan program pertukaran mahasiswa untuk memperkenalkan pengalaman pembelajaran lintas budaya, memperluas wawasan internasional, dan memperkuat pemahaman mengenai dinamika sosial di Indonesia dan Timor Leste.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol persahabatan dan komitmen kebersamaan dalam membangun kerja sama akademik yang berkelanjutan. Suasana kekeluargaan terlihat jelas melalui percakapan informal antara kedua pihak yang berharap kolaborasi ini dapat berkembang menjadi program jangka panjang yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia akademik.

Secara keseluruhan, pertemuan dan penandatanganan kerja sama pada Oktober 2024 ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring akademik internasional Universitas Pattimura. Selain mempererat hubungan kelembagaan antara dua perguruan tinggi, kegiatan ini juga membuka peluang besar bagi pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas akademik, serta pengembangan pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di kawasan kepulauan dan perbatasan. Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi bagi kemitraan jangka panjang yang produktif bagi kedua pihak.