29/11/2025

DIALOG ANTARA PIMPINAN FISIP UNPATTI DENGAN WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA VLISSINGEN BERSAMA ROMBONGAN DARI BELANDA DI KAMPUS FISIP UNPATTI

Pada Februari 2023, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pattimura menerima kunjungan resmi delegasi Pemerintah Kota Vlissingen dari Belanda, yang dipimpin oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota beserta sejumlah pejabat dan staf teknis. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian dialog akademik dan penjajakan kerja sama internasional yang telah lama direncanakan sebagai bentuk penguatan jaringan global antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah daerah. Pertemuan yang berlangsung di Kampus FISIP Unpatti tersebut menjadi momentum penting bagi fakultas dalam memperluas konektivitas internasional, sekaligus menegaskan komitmen FISIP Unpatti untuk berperan aktif dalam kerja sama lintas negara yang relevan dengan kebutuhan pembangunan wilayah kepulauan.

Delegasi Vlissingen disambut oleh pimpinan fakultas, para dosen, serta sejumlah perwakilan unit kerja di lingkungan Universitas Pattimura. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keterbukaan. Pada sesi pembukaan, pihak FISIP memaparkan profil akademik fakultas secara komprehensif, mulai dari sejarah pembentukan, struktur organisasi, jumlah program studi, hingga capaian tridharma yang telah diraih dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, fakultas juga menjelaskan arah kebijakan internasionalisasi yang tengah digencarkan, terutama melalui pengembangan kerja sama dengan perguruan tinggi dan pemerintah daerah di berbagai negara. Upaya ini menjadi bagian penting dari strategi FISIP untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas wawasan global mahasiswa, serta memperkuat posisi fakultas di kancah akademik internasional.

Delegasi Vlissingen memberikan apresiasi atas penyambutan yang ramah serta kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan civitas akademika FISIP Unpatti. Dalam paparannya, mereka menggambarkan profil Kota Vlissingen sebagai salah satu kota pelabuhan penting di Belanda yang memiliki sejarah panjang dalam perdagangan maritim dan aktivitas pelayaran internasional. Delegasi juga menjelaskan bagaimana pemerintah kota mengelola wilayah pesisir secara berkelanjutan melalui kebijakan inovatif yang mengintegrasikan tata ruang, perlindungan lingkungan, mitigasi perubahan iklim, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Sebagai kota yang berhadapan dengan tantangan kenaikan permukaan air laut dan risiko bencana pesisir, Vlissingen menerapkan berbagai strategi adaptasi berbasis teknologi dan kolaborasi masyarakat.

Pertukaran pandangan antara kedua pihak berlangsung sangat dinamis, mencerminkan banyaknya kesamaan isu strategis yang dihadapi baik oleh Kota Vlissingen maupun Provinsi Maluku. Kedua wilayah memiliki tantangan serupa dalam tata kelola wilayah pesisir, hanya berbeda dalam konteks geografis dan kapasitas kelembagaan. Diskusi mengarah pada sejumlah peluang kolaborasi, salah satunya dalam bidang penelitian mengenai tata kelola kepulauan dan pesisir. Delegasi Vlissingen menunjukkan ketertarikan untuk memahami pendekatan Indonesia—khususnya Maluku—dalam mengelola wilayah yang secara geografis tersebar dan rentan terhadap perubahan iklim. Sebaliknya, FISIP Unpatti juga tertarik mempelajari praktik tata kelola kota pelabuhan di Belanda yang dinilai sukses dalam mengelola pembangunan berbasis maritim.

Selain riset bersama, peluang kolaborasi lain yang dibahas mencakup program pertukaran mahasiswa dan dosen. Inisiatif ini dipandang sebagai langkah penting untuk memberikan pengalaman internasional kepada mahasiswa FISIP Unpatti sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa atau staf dari Vlissingen untuk mempelajari dinamika sosial dan pemerintahan daerah di wilayah kepulauan Indonesia. Bentuk kolaborasi akademik lainnya yang turut dibahas meliputi kuliah tamu internasional, seminar bersama, pengembangan kurikulum berbasis isu global, serta program pelatihan mengenai manajemen lingkungan hidup dan inovasi wilayah pesisir.

Pembahasan mengenai kerja sama tidak hanya terbatas pada aspek teori dan riset, tetapi juga pada peluang implementatif di lapangan. Delegasi Vlissingen menyoroti adanya potensi kolaborasi terkait inovasi lingkungan, pengelolaan limbah kota, serta strategi pembangunan infrastruktur pesisir yang ramah lingkungan. Pihak FISIP Unpatti menanggapi dengan menyampaikan sejumlah isu lokal yang dapat dijadikan fokus kerja sama, seperti penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam tata kelola pesisir, pemberdayaan masyarakat pulau-pulau kecil, serta pengembangan kebijakan adaptasi iklim berbasis komunitas.

Pertemuan resmi ini diakhiri dengan pertukaran cenderamata antara kedua institusi sebagai simbol penghargaan dan harapan akan kerja sama berkelanjutan. Setelah sesi penutupan, delegasi dan jajaran FISIP Unpatti melanjutkan dengan sesi foto bersama yang mencerminkan semangat kolaboratif dan optimisme terhadap peluang kerja sama di masa depan. Meskipun pertemuan ini merupakan langkah awal dari penjajakan kolaborasi internasional, kedua pihak menunjukkan komitmen kuat untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan melalui program-program akademik, penelitian terapan, dan pertukaran pengalaman.

Kunjungan delegasi Vlissingen ke FISIP Universitas Pattimura menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring internasional fakultas. Selain memperluas cakrawala akademik dan peluang kerja sama global, kegiatan ini juga memperkuat posisi FISIP Unpatti sebagai institusi yang aktif berkontribusi dalam kajian dan pengembangan tata kelola wilayah kepulauan dan pesisir. Pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi bagi terjalinnya kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, pemerintah daerah, dan masyarakat di kedua wilayah.