Unika dan Fisip kembali membuat kegiatan dan di hadiri oleh Wali kota Ambon dan 22 Desa Saniri Negeri, Raja Negeri Kota Ambon , Sabtu 15 02 2020 Lt III Aula Fisip. Kegiatan dibuka Oleh Dekan Prof. Dr. Tonny D. Pariela, MA dalam sambutanya mengatakan Memiliki nilai penting dan Strategis terutama untuk mengidenfikasi dan konsultasi data yang telah di korek yang telah di kumpulkan oleh para pengumpul data sejak 2-3 hari yang lalu dan oleh karena itu kami merasa bahwa forum ini akan menjadi kesempatan yang sangat penting untuk memastikan bahwa berbagi data yang kami peroleh benar data yang valid dan sehingga bisa di manfaatkan mengembangkan kapasitas lembaga saniri yang aspiratif dan tentunya di harapkan fungsional bagi pembangunan negeri adat di kota ambon atas nama lembaga saya ingin menyampaikan terimakasih byk kepada pemerintah kota ambon yang telah berkenan memfasilitasi semua rangkaian proses selama beberapa hari ini sehingga pengumpulan data di lapangan berlangsung dengan aman dan lancar terima kasih kepada bpk ibu yang telah menerima para tim pengumpul data dilapangan dengan baik. ada 22 negeri adat yang telah di datangi dan semuanya berlangsung dengan aman dan lancar terima kasih kepada unika telah mengajak kami FISIP UNPATTI bersama dengan IAIN untuk bekerja dalam kegiatan ini , harapanya bapak ibu bahwa kedepan akan ada sejumlah rangkaian acara yang tetap akan di selenggarakan segera setelah penelitian ini usai dan laporanya selesai di buat menurut bisikan ibu hesty yang beberapa acara yang akan di selenggarakan kedepan terutama berupa pelatihan memasukan modul dan berbagai pelatihan dan akan memperkuat kapasistas dari lembaga saniri sekaian hal ini sangat penting sehingga kerja sama ini akan terus bersinambungan dan kita berharap dengan cara itulah lembaga saniri bisa di budidaya mengoptimalkan peranya tidak hanya untuk memperkuat sistim pemerintahan Negeri adat di Kota tapi juga bisa menyumbang pendekatan masyarakat Negeri adat di kota ambon.

Sambutan Dekan Prof. Dr. Tonny D. Pariela,.MA

di lanjutkan Sambutan dan sekaligus membuka kegiatan oleh Wali Kota Ambon yang di wakili oleh Sekertaris Kota Ambon Agil Latuheru, M.Si MH menurutnya ingin memperkuat pengetahuan untuk merencakan tugas-tugas kita terutama bagi mereka yang bekerja dan di percayakan menjadi kepala pemerintahan negeri yang sebetulnya di sebut dengan raja, apa yang telah di sampaikan dalam upaya bersama kita ingin melakukan konsultasi dan verfikasi data terhadap apa yang sudah di kumpulkan oleh mahasiswa bagi dari IAIN/FISIP UNPATTI dan dari UNIKA Semarang itu sendiri dengan harapan nanti setelah ini di kumpulkan apa yang telah di laksanankan di negeri itu sendiri akan ada peningkatan. dalam upaya kita hari ini dan nati kemudian akan ada tahapan-tahapan berikut saya percaya akan menambah pengetahuan bukan saja kepada saniri negeri tetapi juga kepada kepala pemerintahan negeri agar tugas-tugas berjalan dengan baik , hari ini diskusi untuk menambah prestasi kita bersama baik yang di lakukan untuk saniri negeri, kepala pemerintahan negeri tetapi juga bagi camat tetapi juga bagi upd-upd mempunyai terkaitan sungguh dengan pelaksanaan pemerintahan di negeri ini, dengan pengembangan kapasitas kita lebih kuat lagi nanti supaya kedepan tidak akan lagi persoalan-persoalan lagi.

Sambutan dan sekaligus membuka kegiatan oleh Wali Kota Ambon yang di wakili oleh Sekertaris Kota Ambon Agil Latuheru, M.Si MH

 

Setelah pembukaan memasuki acara inti yakni Diskusi mengenai Vervikasi data tentang Adat Istiadat dan hukum adat yang akan di pandu langsung ibu Hesty dan selaku Narasumber Prof. Dr. A. Watloly, S.Pak, M.Hum

Prof. Dr. A. Watloly, S.Pak, M.Hum Sementara memberikan Materi

Isoma selsai dan Wali Kota Ambon memberikan arahan sayapun memberi apresiasi kepada baik Unika maupun para Narasumber dari FISIP , IAIN di Ambon terkait dengan program Pemberdayaan lembaga-lembaga adat secara khusus sendiri ini penting sekali untuk kita, untuk terus menjaga eksistensi kita sebagai Negeri-Negeri dan daerah yang di ornali oleh hukum adat yang berlaku , Ambon ini agak unik karena selaku kota sebagai kota biasantya di banyak kota lebih banyak kelurahan atau juga ada desa tapi ambon ini selain ada kelurahan ada desa tapi ada juga Negeri adat , itu yang tidak lagi ada pada kota-kota di indonesia sebagai negeri adat kita betul-betul harus menjaga eksistensi dan jatidiri kita sebagai sebuah Negeri , saya bersyukur kpada Bpk Presiden Pak Jokowi lewat program dan kebijakanya tetapi sebelumnya proses ini di mulai pada saat Reformasi pada saat Reformasi berakhir lalu ada keinginan yang kuat untuk ke arifan lokal.

Arahan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy. SH

dan di akhir Kegiatan dengan Foto bersama

Foto bersama

 

DISKUSI KELOMPOK TERARAH KONSULTSI DAN VERIFIKASI PENGEMBANGAN KAPASITAS LEMBAGA SANIRI YANG ASPIRATIF PADA PEMBANGUNAN MASYARAKAT ADAT DI KOTA AMBON

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *